Senang akhirnya bisa nulis lagi di blog ini. Ya, saya memang lama menghilang dari peredaran, hanya sempat blogwalking saja ke tetangga-tetangga. Tahun 2011 adalah tahun yang cukup membuat saya sibuk, duh gaya bener ya? Yang jelas siy untuk urusan kerjaan malah minim kesibukan, jadi sisi kehidupan yang baru itu yang menyita perhatian saya.
Yang jelas awal tahun lalu saya habiskan untuk menikmati masa-masa bulan madu bersama misua, mulai dari nonton midnight (kesempatan yang langka banget waktu masi pacaran), wisata kuliner (minus sushi tentunya :(), serta memasak bersama (hohoho, ini siy terinspirasi setelah nonton master chef). Kita juga berencana untuk travelling ke negara-negara tetangga, klo ini siy untuk memanfaatkan passport yang udah berhasil dibikin misua. Tapi untuk yang satu ini terpaksa ditunda dulu, karena di saat iseng nyobain testpack (maklum deh ga pernah pegang testpack sebelumnya), yang muncul malah si garis dua :). Tentunya saya mengikuti saran dokter untuk tidak terbang dulu di trimester pertama dan ketiga. Hehehe, sekarang tahu kan kesibukan saya apa sepanjang tahun ini.
Walo tidak berencana menunda kehamilan, namun si garis dua tadi merupakan kejutan untuk kami berdua. Soalnya kita udah cukup jengah dengan pertanyaan: udah telat belum? dan sejenisnya. Saya sendiri cukup deg-degan menjalani kehamilan ini, karena selalu merasa belum mempersiapkan diri. Trimester pertama dilewati tanpa morning sickness, cuma ya bawaannya capek mulu. Hal ini menghilang saat trimester kedua, tapi muncul lagi di trimester ketiga. Setelah menjalani ketiga trimester ini dan juga proses melahirkan dan menyusui bayi, saya masih belum bisa membayangkan bagaimana kuatnya ibu-ibu yang melahirkan banyak anak menjalani proses itu berulang-ulang. Ya, mungkin saja karena saya baru menjalaninya untuk pertama kali, jadi berasanya sedikit rumit.
Tapi semua kerumitan itu serasa 'terbayar' begitu melihat senyum manis putri cantik kami, Dea. Selama lebih dari sebulan terakhir ini my life revolve around her. Misua pun kudu maklum dengan saingan barunya ini. Saat Dea lahir dan diletakkan didada untuk IMD, saya bahkan tidak terpikir untuk menghitung berapa jari jemarinya dan anggota tubuh lainnya. Sebaliknya, saya malah sibuk menangis mendengar suaranya dan terpesona saat matanya menatap ke arah saya. Duh, rasanya apapun tidak bisa menggantikan momen itu. Di saat itu saya bertekad, siap atau pun tidak, saya akan berusaha menjadi ibu untuknya. Dan sekarang, tanpa terasa satu bulan telah terlewati. Tidak lama lagi saya sudah harus mempersiapkan diri dan juga Dea agar dapat beradaptasi dengan jadwal ngantor. Semoga semuanya berjalan lancar, sementara ini, puas-puasin dulu ah menjalani hari bersama Dea :D.
Yang jelas awal tahun lalu saya habiskan untuk menikmati masa-masa bulan madu bersama misua, mulai dari nonton midnight (kesempatan yang langka banget waktu masi pacaran), wisata kuliner (minus sushi tentunya :(), serta memasak bersama (hohoho, ini siy terinspirasi setelah nonton master chef). Kita juga berencana untuk travelling ke negara-negara tetangga, klo ini siy untuk memanfaatkan passport yang udah berhasil dibikin misua. Tapi untuk yang satu ini terpaksa ditunda dulu, karena di saat iseng nyobain testpack (maklum deh ga pernah pegang testpack sebelumnya), yang muncul malah si garis dua :). Tentunya saya mengikuti saran dokter untuk tidak terbang dulu di trimester pertama dan ketiga. Hehehe, sekarang tahu kan kesibukan saya apa sepanjang tahun ini.
Walo tidak berencana menunda kehamilan, namun si garis dua tadi merupakan kejutan untuk kami berdua. Soalnya kita udah cukup jengah dengan pertanyaan: udah telat belum? dan sejenisnya. Saya sendiri cukup deg-degan menjalani kehamilan ini, karena selalu merasa belum mempersiapkan diri. Trimester pertama dilewati tanpa morning sickness, cuma ya bawaannya capek mulu. Hal ini menghilang saat trimester kedua, tapi muncul lagi di trimester ketiga. Setelah menjalani ketiga trimester ini dan juga proses melahirkan dan menyusui bayi, saya masih belum bisa membayangkan bagaimana kuatnya ibu-ibu yang melahirkan banyak anak menjalani proses itu berulang-ulang. Ya, mungkin saja karena saya baru menjalaninya untuk pertama kali, jadi berasanya sedikit rumit.
Tapi semua kerumitan itu serasa 'terbayar' begitu melihat senyum manis putri cantik kami, Dea. Selama lebih dari sebulan terakhir ini my life revolve around her. Misua pun kudu maklum dengan saingan barunya ini. Saat Dea lahir dan diletakkan didada untuk IMD, saya bahkan tidak terpikir untuk menghitung berapa jari jemarinya dan anggota tubuh lainnya. Sebaliknya, saya malah sibuk menangis mendengar suaranya dan terpesona saat matanya menatap ke arah saya. Duh, rasanya apapun tidak bisa menggantikan momen itu. Di saat itu saya bertekad, siap atau pun tidak, saya akan berusaha menjadi ibu untuknya. Dan sekarang, tanpa terasa satu bulan telah terlewati. Tidak lama lagi saya sudah harus mempersiapkan diri dan juga Dea agar dapat beradaptasi dengan jadwal ngantor. Semoga semuanya berjalan lancar, sementara ini, puas-puasin dulu ah menjalani hari bersama Dea :D.
Selamat Tahun Baru QQ. Selamat menikmati kehidupan berkeluarga bersama suami dan Dea tercinta!
ReplyDelete@ Mbak Mer: Terima kasih mbak :)
ReplyDelete